Random Al Qur'an

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Random News

Persoalan Dalam Kitab Nikah
Serpong (aai-news):Ada yang menarik dari pengajian malam jum'at (30/4/09) di Masjid Nurul Hikmah, sebab tema pengajian yang biasanya adalah...
Doa untuk memasuki Rumah Baru
1. Membaca Surat Al Baqarah (lengkap)2. (Afdhal) Membaca surat Ali Imran (Lengkap)3. Membaca Alfatiha4. Membaca Ayat Kursi 7 X5. Membaca Surat Al...
Urutan membaca Surat Al qur'an ketika Shalat
Boleh membaca surat apa saja dari Al quran setelah membaca Al- fatihah asalkan kita mengetahui kaidah-kaidah sebagaimana dalam Kitab Fiqh Islam wa...
Home
Kisah Nabi Dawud alaihi salam
Rabu, 27 Januari 2010

Allah swt berfirman:

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ

”Wahai Dawud,  sesungguhnya Kami  rnenjadikan  kamu  Khalifah (penguasa)

di muka bumi. "  (Qs. Shaad  (38):26).

 

Menurut Wahab bin Munabbih, Dawud عليه السلام ini nama lengkapnya adalah  Dawud bin  'Isya  bin  'Uqad,  termasuk  anak  cucunya Al  Khalil  Ibrahim عليه السلام yaitu melalui jalur  keturunan Nabi Ishaq عليه السلام.

Kata ”Dawud” (داود) di dalam Al Qur’an terdapat 16 kali a.l.pada QS 21:79-80:

 

فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آَتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِينَ  وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ

Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)[966]; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan Hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. dan kamilah yang melakukannya.dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). QS Al Anbiya’ (21):79-80

[966] Menurut riwayat Ibnu Abbas bahwa sekelompok kambing telah merusak tanaman di waktu malam. Maka yang mempunyai  tanaman mengadukan hal ini kepada Nabi Daud عليه السلام, Nabi Daud memutuskan bahwa : kambing-kambing itu harus diserahkan kepada yang mempunyai tanaman sebagai ganti tanam-tanaman yang rusak. tetapi Nabi Sulaiman عليه السلام memutuskan supaya kambing-kambing itu diserahkan Sementara kepada yang mempunyai tanaman untuk diambil manfaatnya. dan orang yang mempunyai kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanam-tanaman yang baru. apabila tanaman yang baru telah dapat diambil hasilnya, mereka yang mepunyai kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali, putusan Nabi Sulaiman عليه السلام. ini adalah keputusan yang tepat.

 

Silsilah Nasab Nabi Dawud dan Sulaiman عليهما السلام

Ibrahim عليه السلام

Ishaq عليه السلام

Yahudza

Farish

Hashrun (Hezron)

Aram (Ram)

‘Aminadab

Hasyun (Nihason)

Salmon

Bu’az(Boas)

Ubaid (Uqad)

Isyaa’

Dawud  عليه السلام + Tasyaya’ binti Shuri

Sulaiman عليه السلام

 

 

Ibnu Katsir menceritakan,  sepeninggalnya  Thalut (juga mertua Nabi Dawud عليه السلام ) tahta kerajaan  dilimpahkan  kepada Dawud عليه السلام. Maka Dawud menjadi Nabi sekaligus  raja. Karena Allah  swt  telah mengumpulkan kerajaan dan kenabian di dalam dirinya. Saat itu, dia masih berumur empat puluh  tahun. Dalam hal ini, Allah swt  telah berfirman:

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآَتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

"Kami  kuatkan kerajaannya.  Dan Kami berikan kepadanya hikmah  dan  kebijaksanaan dalam rnenyelesaikan  perselisihan. " Qs. Shaad  (38):20).

 

Setelah beliau resmi diangkat menjadi raja Bani Isra'il,  beliau melancong ke  Baitul Maqdis (Palestina). Dalam periodenya,  banyak wilayah yang berhasil ditaklukkan. Di antara wilayah tersebut adalah Syiria,  Palestina, kota Amman, Halb, Nashibin,  Hamah, 'Antab dan Urdun. Wilayah-wilayah ini  sebelumnya dikuasai  oleh kaum  'Amaliq.

 

Mengenai Dawud عليه السلام , As-Suddi menuturkan bahwa Allah swt memberikan  beberapa keutamaan dan kemuliaan serta kenabian pada  Dawud  عليه السلام,  selain itu Allah  juga menurunkan Kitab Zabur kepadanya.  Bahkan Allah  menganugerahkan  suara  yang  sangat merdu pada Dawud  عليه السلام.

Sehingga Dawud عليه السلام  mampu membacakan Zabur dengan tujuh puluh macam irama lagu.  Jika  suaranya diperdengarkan pada orang demam atau orang sakit, maka  dia akan sembuh. Begitu juga jika Dawud  عليه السلام membaca Zabur di tempat terbuka, maka semua makhluk, mulai manusia,  jin, binatang buas dan burung berkumpul  mengelilinginya. Mereka  ingin  mendengarkan  suaranya. Karena  ingin mendengar merdunya suara Dawud  عليه السلام, angin yang berhembus menjadi tertahan  dan air yang sedang mengalir pun menjadi berhenti.

 

Menurut Ibnu 'Abbas, Dawud  عليه السلام merupakan raja yang paling berpengaruh  di muka bumi. Singgasananya, setiap malam, selalu dijaga oleh 30.000 satuan  pengamanan yang gagah berani dari kaum Bani Isra'il.  Mukjizat Dawud  عليه السلام lainnya, Allah menganugerahkan kepada Dawud  عليه السلام agar  bisa melunakkan besi yang  keras. Di  tangannya besi menjadi lunak. Dia bahkan dapat melunak-lunakkannya  laksana adonan roti. Dengan besi itu, Dawud  عليه السلام membuat baju tameng. Dia adalah orang yang pertama kali membuat baju  tameng dari besi. Sebelumnya orang-orang biasa menggunakan papan untuk tameng ketika perang. Dengan kemampuannya itu, Dawud  عليه السلام membuat baju besi sesuai dengan kebutuhannya. Baju itu dijual seharga 6000 dirham. Dari hasil bisnis  baju besi itulah, Dawud  عليه السلام mencukupi kebutuhannya. Allah  berfirman:

وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

”Dan Kami telah melunakkan besi untuknya." QS  Saba'  (34):10)

 

Dan firman-Nya,

وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ

” dan telah Kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). (Qs. Al Anbiyaa'  (21): 80).

 

Hasilnya dia berikan untuk mencukupi kebutuban keluarga. Dan sisanya baru  disedekahkan pada orang lain. Dia tidak pernah menimbun harta dari hasil bisnis baju besi itu walaupun sedikit.

 

As-Suddi menceritakan, suatu hari Dawud  عليه السلام berjalan tidak  tahu arah di  pasar-pasar. Dia terus bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya tentang arah perjalanannya. Sampai akhirnya dia bertemu dengan  Jibril. Setelah seperti biasa dia menanyakan tentang  arah perjalanannya,  Jibril  berkata,  "Sesungguhnya Dawud merupakan hamba Allah yang paling baik. Hanya  saja  dia pernah memakan harta dari baitul mal  (kas negara)."  Mendengar pernyataan orang tersebut, Nabi Dawud  عليه السلام tersentuh  hatinya,  beliau  berdoa,  "Ya Allah,  aku memohon kepadarnu agar mengajariku cara memproduksi barang. Dengannya, aku akan membelanjakan untuk keperluan sehari-hariku." Allah mengabulkan doanya (dept it/data-jatiqo)

 
Mengenal lebih dekat Para Nabi dan Para Rasul
Kamis, 07 Januari 2010

 Serpong (jatiqo): Insya Allah, materi-materi pengajian keliling Gus Arifin akan ditampilkan di website Jatiqo.com; gusarifin.com dan sehatbarokah.com. Referensi yang dipergunakan adalah Kitab Bidayah wa Nihayah lil Ibn Katsir; Bada'iuz Zuhur lil Ahmad bin Muhammad al Hanafi, Atlas Qur'an, Dr Syauqi. Mudah-mudahan manfaat (dept data/IT)

 

1. Jumlah Nabi dan Rasul-rasul Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ فِى الْمَسْجِدِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ إِلَى أَنْ قَالَ فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ النَّبِيُّونَ؟ قَالَ :« مِائَةُ أَلْفِ نَبِىٍّ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفِ نَبِىٍّ ». قُلْتُ : كَمِ الْمُرْسَلُونَ مِنْهُمْ؟ قَالَ :« ثَلاَثُمِائَةٍ وَثَلاَثَةَ عَشَرَ »(الحاكم ، والبيهقى فى شعب الإيمان) أخرجه الحاكم (2/652 ، رقم 4166) ، والبيهقى فى شعب الإيمان (1/148 ، رقم 131) . وأخرجه أيضًا : البيهقى فى السنن الكبرى (9/4 ، رقم 17489) .

Dari Abu Dzar r.a berkata, aku masuk ke masjid dimana beliau di sana, maka aku bertanya kepada Nabi , 'Berapakah jumlah Nabi semuanya?" Nabi menjawab, "Semuanya ada 124.000 nabi.”  ”Dan berapakah jumlah Rasul?” beliau menjawab:” 313 Rasul.”  ( HR. Hakim, Al Baihaqi)

 

Ada juga yang mengatakan 314 (sebagaimana pendapat Syeikh Al Malawi dalam Kifayatul Awwam) atau 315 orang rasul.

 

Sebagaian Ulama’ berpendapat bahwa Jumlah Rasul itu 314. Dari mana angka 314 tersebut ?

Dari kata (مُحَمَّدْ) yang terdiri dari 3 huruf mim ( م  atau مِيْمْ atau م  م ي), 1 huruf kha ( ح atau حاَ atau ح ا) dan 1 huruf dal ( د  atau دَالْ atau د ا ل) dan huruf arab itu mempunyai nilai numerik yaitu:

 م = 40; ي = 10  maka  مِيْمْ atau    م ي م= 40+10+40 = 90

ح = 8; ا = 1 maka حاَ atau ح ا = 8+1=9

د  = 4;  ا = 1; ل = 30 maka دَالْ atau د ا ل = 4+1+30 = 35

Maka jumlah numeriknya =  ( (90x3) + (9x1) + (35x1) = 270+9+35=314

 2. Kitab-kitab suci dan Shuhuf

 Menurut Ats-Tsa'labi, semua kitab yang diturunkan kepada para rasul ada empat. Yaitu kitab Taurat, kitab Injil, kitab Zabur dan kitab Al Qur'an. Adapun suhuf-suhuf yang diturunkan kepada mereka, semuanya berjumlah 111 suhuf. Di antaranya, 60 suhuf diturunkan kepada Nabi Syits bin Adam, 30 suhuf kepada Nabi Idris dan 20 suhuf kepada Nabi Ibrahim. Ada yang mengatakan: Adam عليه السلام - 10 shuhuf; Syits عليه السلام - 60 shuhuf; Idris عليه السلام - 30 shuhuf; Ibrahim عليه السلام - 30 shuhuf; Musa عليه السلام - 10 shuhuf

 Wahab bin Munabbih berkata, Allah swt menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa  عليه السلامdi atas lembaran-lembaran  batu zamrud hijau. Kemudian Nabi Musa عليه السلام  menulisnya kembali dalam dua puluh empat sifr (bagian kitab). Di setiap sifrnya ada seribu surat (jadi ada 24.000 surat). Sedangkan di setiap suratnya ada seribu ayat. Kitab ini dipegang erat-erat oleh kaum Bani Isra'il sekaligus menjadi pedoman bagi mereka. Setelah beberapagenerasi kemudian sesudah Musa عليه السلام wafat, khususnya di akhir zaman, mereka banyak merubah dan menyelewengkan isi kitab Taurat tersebut. Menurut Ibnu 'Abbas r.a, orang yang junub tidak diperbolehkan memegang kitab-kitab yang diturunkan Allah swt kepada para nabi, yaitu Taurat, Injil, Zabur dan Al Qur'an.

 
Mengenal para Imam perawi hadits
Senin, 14 Desember 2009

Kita perlu mengenal para perawi hadits, yang biasanya kita membacanya rawahu.....( راوه) pada bagian bawah dari suatu teks hadits. Perawi yang terkenal adalah :

1. Bukhari  ( Abu Abdullah Muhammad bin Ismail al bukhari) (194-256 H/773 -835M) beliau telah menulis Kitab Hadits yang memuat 600.000 hadits  kemudian beliau pilih lagi menjadi 100.000 hadits shahih dan 1000 hadits TIDAK shahih. Kitab Shahih Bukhari terdiri dari: 7124 Hadits Shahih al-Bukhari adalah karya utama Imam Bukhari. Judul lengkap buku beliau ini adalah Al-Jami’ ash-Shahih al- Musnad al-Mukhtashar min Umūri Rasūlillah Shallallahu ’alayhi wa Sallam wa Ayyamihi. Beliau menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk menyusun bukunya ini. Standar penelitian Imam Bukhari terhadap hadits adalah yang paling ketat dibandingkan ulama` hadits lainnya.

 

2. Muslim ( Muslim bin al Hajjaj al Qusyairy) (204-261H/ 783-840M) menulis Kitab Shahih Muslim yang terdiri dari 7180 Hadits . Guru-guru beliau: Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Bukhari. Adapun murid murid beliau: Imam at-Tirmidzi, Abū Hatim ar-Razi dan Abū Bakr bin Khuzaimah termasuk. Buku beliau memiliki derajat tertinggi di dalam pengkategorisasian (tabwib).

 

Kedua Ulama Ahli hadits ini biasa disebut dengan:

As Syaikhani (الشيخان ) dan kedua kitab Shahih beliau berdua disebut Shahihain (الصحيحين) sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh mereka berdua dari sumber sahabat yang sama disebut muttafaq alaih (متفق عليه )

 

3. Tirmidzi atau Tumudzi (Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surat at Turmudzi atau at Tirmidzi ((209-279H) beliau adalah Murid Imam Bukhari. Kitab beliau yang terkenal, Jami’ at-Tirmidzi menyebutkan seputar permasalahan fiqh dengan penjelasan yang terperinci.

 

4. Imam Ahmad bin Syu’aib an-Nasa`i rahimahullahu (w.303H) Buku beliau bernama Sunan al-Mujtaba. Kitab beliau lainnya adalah as-Sunan al-Kubra, dimana beberapa bagiannya telah dicetak di Bombay oleh Maulana ‘Abdush Shomad al-Katibi.

 

5. Imam Muhammad bin Yazid bin Majah al-Qadziani rahimahullahu (w.273H) Kitab beliau dikenal dengan sebutan Sunan Ibnu Majah. Selain buku-buku diatas, banyak buku lainnya lagi yang telah dihimpun dan dicetak yang tidak dapat kita sebutkan di sini semuanya secara mendetail. Buku Bukhari, Muslim dan Timidzi disebut dengan Jami’, disebabkan buku mereka mengandung masalah ’Aqa`id, ’ibadah, akhlaq, khabar dan lainnya. Adapun Kitab Abū Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Majah disebut dengan Sunan, karena buku-buku ini mengandung ahadits yang menyinggung masalah duniawi (mu’amalah).

 

6. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu (164-241H) Karya beliau yang paling utama adalah Musnad Ahmad yan tersusun dari 30.000 ahadits dalam 24 juz dan kebanyakan riwayat terdapat dalam buku ini. Imam Ahmad rahimahullahu tidak mengkategorisasikan bukunya menuru tema, namun beliau lebih cenderung mengkategorisasikannya menurut riwayat-riwayat sahabat berdasarkan nama-nama mereka yang meriwayatkan hadits. Ulama` mesir terkemuka, Muhaddits Muhammad Ahmad Syakir mengambil tanggung jawab mengkategorisasikan buku ini berdasarkan tema dan sejauh ini beliau telah mencetak 15 jilid dan pekerjaan beliau masih berlangsung hingga kini.

 

7. Abū Dawud Asy’ats bin Sulaiman as-Sijistani rahimahullahu (204-275H) Karya utama beliau dikenal dengan sebutan Sunan Abi Dawud. Buku beliau ini, utamanya menggabungkan antara riwayat-riwayat yang berkaitan dengan ahkam dengan ringkasan (kompendium) permasalahan fiqh yang berkaitan dengan hukum. Bukunya tersusun dari 4.800 ahadits. Al Khathaby mengomentari bahwa Kitab Sunan Abu Dawud itu adalah kitab yang lebih banyak fiqh-nya daripada Kitab As Shahihain.

 

Cara menghafal Tujuh Perawi di atas, yang biasa  disebut:

 As Sab'ah ( السبعة) adalah (" BM TNI AD") 

Disebut As Sittah (الستة) terdiri dari 6 perawi yaitu 7 perawi diatas kecuali Imam Ahmad bin Hanbal ("BM TNI  D")

Disebut Al Khamsah (الخمسة) terdiri dari 5 perawi yaitu 7 perawi diatas kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim ("TNI  AD")

Disebut Al Arba'ah (العربعة) terdiri dari 4 perawi yaitu 7 perawi diatas kecuali Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ahmad bin Hanbal ("TNI  D")

Disebut Ats Tsalatsah (الثلاثة) terdiri dari 3 perawi yaitu 7 perawi diatas kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad bin Hanbal ("TN  D")

 

Disamping yang telah disebut dia atas, masih banyak perwai perawi lainnya seperti, Imam Baihaqi, At Thabrani, Ibn asakir, dan banyak lagi.

 

Maraji'/referensi:

Maktabah Syamilah 3.14

Kamus Ilmu Ushul Fiqh&Kamus Ilmu Hadis

 
Hukum menyentuh dan mencium Hajar Aswad
Kamis, 29 Oktober 2009

 Serpong (Jatiqo-News):

Pada saat Gus Arifin sedang safari dan Talk Show di beberapa Toko Buku Gramedia,  sempat ditanya mengenai hukum mencium Hajar Aswad. Dan beliau menuliskan jawaban di situs resmi www.gusarifin.com. Semoga bermanfaat dan bagi yang saat ini diberi kesempatan oleh Allah untuk menunaikan Ibadah Haji, segenap pengurus Jam'iyah Tilawatil Qur'an mendoakan: "Semoga selamat dalam perjalanannya, sehat wal afiat, dan memperoleh Haji Mabrur, amin." (dept it Jatiqo)

 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menyentuh atau mencium Hajar Aswad adalah Sunnah dalam Thawaf, seandainya kita tidak dapat menciumnya, cukup menyentuhnya dan tangan yang kita pakai menyentuh tadi kita cium, hal ini sudah cukup. Jangan memaksakan diri dengan menyewa “joki” atau “bodyguard” dengan membayar mereka dengan sejumlah uang real (dari mulai 75 hingga 150 real). Kita tidak perlu melakukan sesuatu pekerjaan sunnah dengan melakukan yang haram. Menyewa Joki berarti, si Joki membukakan jalan bagi kita menuju hajar Aswad dengan cara mencegah atau menyingkirkan jamaah lainnya, tentu hal ini dilarang karena menyakiti jamaah lainnya

 

Para Imam Madzhab, berdasarkan hadits-hadits berikut:

 

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ الْيَمَانِيَ وَالْحَجَرَ فِي كُلِّ طَوَافٍ, وفي سنن أبي داود: ثُمَّ يُقَبِّلُهُ

 

Dari Abdullah bin Umar r.a, sesungguhnya Rasulullah saw ber-istilam (menyentuh) Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap beliau Thawaf (Mutaffaq alaih) dan di dalam Sunan Abu Dawud : “ Rasulullah saw menciumnya.”

 

عَنْ نَافِعٍ قَالَ رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ يَسْتَلِمُ الْحَجَرَ بِيَدِهِ ثُمَّ قَبَّلَ يَدَهُ وَقَالَ مَا تَرَكْتُهُ مُنْذُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَفْعَلُهُ.

Dari Nafi’ beliau berkata: “ Saya melihat Ibn Umar menyentuh Hajar Aswad dengan tangannya kemudian mencium tangan beliau itu dan beliau berkata, aku tidak pernah meninggalkan perbuatan ini (menyentuh hajar aswad dan mencium tangannya) sejak aku melihat Rasulullah saw melakukannya.” (HR Muslim)

 

حَدَّثَنَا أَبُو الطُّفَيْلِ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عَلَى رَاحِلَتِهِ يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ بِمِحْجَنِهِ ثُمَّ يُقَبِّلُهُ مسند الصحابة في الكتب التسعة

Dari Abu Thufail beliau berkata : “saya melihat Rasulullah saw berthawaf di baitullah di atas untanya. Beliau menyentuh hajar Aswad dengan Mihjan (tongkat yang bengkok di bagian pegangannya) kemudian mencium tongkat itu.” (Musnad Shahabat di dalam kitab At Tis’ah)

 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ بِالْبَيْتِ وَهُوَ عَلَى بَعِيرٍ ، كُلَّمَا أَتَى عَلَى الرُّكْنِ ، أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ فِي يَدِهِ وَكَبَّرَ

 

Dari Abdullah bin Umar r.a, sesungguhnya Rasulullah saw berthawaf di baitullah di atas untanya, setiap Beliau melewati Hajar Aswad  beliau ber-isyarat ke arahnya (Hajar Aswad) dengan sesuatu yang ada pada beliau (tangan, atau apa saja yang dipegang) dan bertakbir.” (HR Bukhari),

 

Berpendapat :

Imam Hanafi : “Sunnah mencium (hajar Aswad), bila tidak memungkinkan, cukup menyentuhnya, bila tidak memungkinkan cukup bertakbir, bertahmid atau bertahlil ke arahnya.”

 

Imam Maliki : “Sunnah mencium (hajar Aswad) dan bibirnya( yang warna putih), bila tidak memungkinkan, cukup menyentuhnya, bila tidak memungkinkan cukup bertakbir, bertahmid atau bertahlil ke arahnya, tanpa berisyarat.” Beliau menambahkan, ketika mencium hajar aswad adalah dengan hidung, Bukan dengan kening atau dua pipi.”

 

Imam Syafi’i dan Hanbali : “Sunnah mencium (hajar Aswad) dengan Kening, bila tidak memungkinkan, cukup menyentuhnya dan mencium tangan yang dipakai mencium tadi, bila tidak memungkinkan cukup berisyarat dengan Tangan ke arah hajar aswad.”

 

Jadi, bila ingin mencium hajar aswad, perhatikan situasi dan kondisi di sekitar tempat tersebut, bila memungkinkan (boleh berdoa memohon kepada Allah swt supaya dapat kesempatan mencium hajar aswad), bila tidak memungkinkan cukup menyentuhnya, bila tidak cukup berisyarat kepadanya, dan tidak perlu membayar “joki atau body guard”…semoga menjadi mabrur, amin (gusarifin)

 

 

 
Terima Kasih Pak JK
Rabu, 21 Oktober 2009

Kalau anda melihat tayangan media elektronik Televisi kemarin…ketika Al Mukarram wal Mukhtaram HM Jusuf Kalla, sudah tiba di Rumah beliau di Jl Brawijaya, beliau berkelakar dengan gaya khas beliau : “Saya adalah orang yang paling banyak dihormati (salam hormat militer –red), paling tidak 23 kali sehari…di rumah dihormati, naik mobil dihormati, keluar mobil, masuk kantor dihormati…mengalahkan Presiden,..karena pak Presiden tinggal di Istana..he he…” Wartawan “ngakak” mendengar pernyataan pak JK itu. “Saya merasa jadi wapres, kalau di jalan, karena semuanya lancar, selebihnya ..seperti orang-orang biasa.”  Sambung beliau

 

Ya, bangsa ini memang harus dipimpin oleh orang yang tidak saja lincah, tapi harus melepaskan dirinya dari sekat-sekat penghalang untuk dekat dengan rakyatnya. Bangsa dan Negara ini memerlukan Pemimpin yang tidak hanya pandai bertutur dan berkata, tapi juga harus mampu menenangkan perasaan rakyatnya yang memang masih banyak yang tidak tenang hidupnya, baik karena sulitnya mencari nafkah maupun karena secara turun temurun memang miskin dan tidak punya. Bangsa ini memerlukan orang yang cepat dan tepat dalam bertindak sehingga dapat memangkas segala urusan yang panjang, karena memang rakyat sudah lama terbiasa dengan prosedur yang berbelit-belit, panjang dan melelahkan. Bangsa ini memerlukan pemimpin yang dapat memberi tauladan, karena sudah lama rakyat menjadikan, tayangan infotainment sebagai “uswatun hasanah” sebab tidak ada bedanya pemimpin dengan selebritis.

 

Kepada Al Mukkaram wal Mukhtaram Bapak Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof.Dr. Boediono M.Ec, kami doakan semoga Allah subhanahu wataala, membimbing setiap langkah bapak dan memberikan kesehatan jasmani rohani. Semoga Allah memberikan keberkahan dalam setiap keputusan dan langkah yang bapak ambil untuk mensejahterahkan rakyat, memberi rasa aman dan tentram, dan menjunjung tinggi keadilan, untuk mencapai cita-cita luhur para pendiri bangsa, para syuhada’ dan cita-cita anak-cucu yang ingin melihat negaranya sejajar dengan Negara-negara maju lainnya bahkan lebih dari itu..Insya Allah.

 

Kepada Al Mukarram  Bapak HM Jusuf Kalla, Terima kasih dan doa kami senantiasa kami panjatkan kepada Allah subhanahu wataala agar bapak senantiasa sehat wal afiat untuk terus berjuang di medan pertempuran yang lainnya yaitu, bapak masih diperlukan untuk menjadi guru ..ya guru bagi siapa saja  yang ingin terus menerus merubah keadaan, merubah keburukan menjadi kebaikan, merubah kebodohan menjadi kecerdasan dan  merubah kemalasan menjadi amal kerja yang nyata…amin ya rabbal alamin

 

Hormat kami,

SEGENAP PENGURUS DEWAN PIMPINAN PUSAT DAN PIMPINAN WILAYAH

JAMIYAH TILAWATIL QUR’AN (JATIQO)

 

Gus Arifin ( Raais Aam)

Ust. Yusuf Mansur ( Majelis Penasihat)

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 15 dari 30