Random Al Qur'an

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Random News

Membaca Al Qur'an dengan baik dan benar
Alkisah, ketika waktu maghrib tiba dan jamaah sudah cukup banyak berada di Masjid Rest Area jalan tol, beberapa orang berinisiatif untuk mengerjakan...
"Hadits" bermasalah
Dari e-mail:---------------------------------------------------Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan...
Mudah-mudahan, AA Gym dan ust Arifin Ilham tidak sengaja!
Serpong (aai-news) :Ketika diminta komentar mengenai  acara Indonesia Berdzikir hari Ahad 24 Agustus 2008 di Istiqlal yang dihadiri Ust Arifin...
Home
Masih banyak yang belum tepat !!
Sabtu, 11 Oktober 2008
Saya sangat kaget dan heran ketika melihat tayangan iklan kampanye PPP (Partai persatuan Pembangunan) di TV yang menampilkan gambar KH Maimon Zubair, Ketua Umumnya H. Suryadarma Ali dan beberapa artis seperti Emilia Contessa (Ibundanya Denada) dan Marissa Haque (setelah loncat dari PDIP) , pada bagian akhir Iklan terdapat tulisan 

MOHON MAAF LAHIR BATIN
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

dan tertulis huruf Arab :
تقبل الله منا و منكم
من العائدين و الفائذين
Ini bagi kami penting, karena PPP adalah partai Islam dan saya yakin banyak kadernya yang mengerti bahasa Arab, mengapa ceroboh dalam menulis dan mengucapkan ucapan "Selamat Idul Fitri" ?? 

Teks yang sebenarnya adalah 

MINAL AIDIN WAL FAIZIN
(teks arabnya)
من العائدين و الفائزين
(Semoga) termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan termasuk orang-orang yang beruntung

Bagaimana bila diganti dengan الفائذين (FA I DZ IN) apa artinya??
Setelah kami melakukan monitoring terhadap tayangan ucapan Hari Raya, ada yang masih salah ucap atau salah tulis( baca: kurang tepat ) atau karena Tidak Mengerti Bahasa Arab ?? yaitu :
1. Iklan Partai Golkar, yang diucapkan oleh H.Agung Laksono
2. Iklan PPP
3. Iklan Telkomsel, yang diucapkan oleh Artis Nisrina dan Grup Band Ungu
4. Iklan Asian Agri, Riau Pulp dan Tanoto Grup
5. dan masih ada beberapa lagi dari beberapa perusahaan

Sedangkan yang sudah tepat dari segi pengucapan (makhraj-nya) adalah 
1. Iklan Ucapan dari TVOne, yang diucapkan oleh Dirut-nya Erick Thohir
2. dan beberapa Iklan lain
So…mari mulai memperhatikan hal-hal yang prinsip seperti ini dan lebih berhati-hati dalam pengucapannya, jangan sampai menjadi orang yang mengucapkan sesuatu tetapi tidak faham apa yang kita ucapkan….!!!. Mohon maaf bila dianggap terlalu usil dengan masalah ini, mohon maaf lahir batin, mudah-mudahan tahun depan tidak lagi dijumpai orang mengucapkan selamat di TV, Radio, menulis di Koran, SMS dengan ucapan atau tulisan yang tidak dimengerti dan difahami artinya oleh si pengucap maupun penulis, amin ya rabbal alamin (gus arifin) 


 
Taushiah pada 10 hari akhir Ramadhan
Rabu, 24 September 2008

Cipondoh-Tangerang (aai-news):

" Ini saat-saat yang terbaik untuk beramal kebaikan apa saja, dan salah satunya dengan ber 'itikaf di masjid jami', atau masjid yang dipakai Jum'atan/shalat Jum'at. Sebab bagi laki-laki tidak sah melakukan 'itikaf bukan di selain masjid, di langgar/mushalla misalnya." kata Gus Arifin ketika memberikan Taushiah ke 2 setelah shalat tarawih di Masjid Al Ikhlas Kompleks Perumahan Garuda Indonesia Cipondoh Tangerang Banten. Pada taushia pertamanya sebelum shalat tarawih di masjid tersebut, Gus Arifin menjelaskan mengenai sumber hukum dalam melaksanakan Ibadah, beliau mencontohkan bahwa ada pekerjaan ibadah yang tidak ada dalam hadits, seperti membayar zakat fitrah dengan beras atau uang, sebab teks haditsnya adalah Zakat fitrah itu dengan Kurma atau Gandum...nah disinilah peran Imam Mujtahid memberi Solusi." tambah Gus. "Imam Syafii berijtihad bahwa boleh membayar zakat fitrah dengan makanan pokok suatu negeri, misal nya beras kalau disini, namun beliau tetap tidak merekomendasi-kan dengan uang..yang berpendapat boleh membayar pakai uang adalah syeh Al Bulqini (meskipun penganut syafiiyah)." 

"jadi kalau ada orang yang mengatakan, tidak memerlukan imam Mujtahid, seperti Imam Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali serta para imam lainnya, maka dia tidak boleh membayar fitrah dengan beras, dia harus bayar pakai kurma atau gandum." sambung gus Arifin. 

Gus Arifin juga berpesan bagi yang akan mudik, " marilah kita niatkan mencari ridhaNya Allah ketika akan mudik supaya mendapat balasan yang besar dari Allah swt, dan mari memohon kepada Allah swt, supaya selamat dalam perjalanan dan hingga kembali ke rumah. (it-dept)

 
Pelajaran yang Sangat Mahal
Selasa, 16 September 2008

Serpong-Tangerang (aai-news):

Gus Arifin menyampaikan bela sungkawa kepada saudara-saudara yang berada di Purutrejo Pasuruan, dan memohon kepada semua pihak untuk tidak saling menyalahkan, karena itu terjadi akibat kesalahan kita sendiri, ummat Islam !. Sebagaimana dilansir di www.sehatbarokah.com, Ketua Jam'iyah Tilawatil Qur'an juga menambahkan bahwa ini bukan kali pertama terjadi hampir setiap ada momen hari raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha selalu terjadi desak-desak an pada para calon penerima sumbangan atau zakat atau daging qurban.."Pelajaran yang sangat Mahal, namun ironisnya, tetap kita bayar setiap tahun, mudah-mudahan tahun depan bisa terhindar dari musibah yang tragis ini." kata Gus Arifin.

--------------------------------------------------------------------

Sedih, melihatnya, tak kuasa untuk berkata-kata, Ya Allah, betapa kaum dhuafa' semakin banyak di negeri ini.

Haji Syakhon (mungkin) dianggap bersalah, tapi bagaimana kalau zakat itu beliau bagi setiap tahun, dan kemarin taqdir Allah berkata lain! Para Dhuafa' itu juga tidak bisa disalahkan karena mereka sudah lama didera kemisikinan. Polisi juga (boleh) tidak disalahkan karena Pak Haji Syaikhon tidak melaporkan rencana pembagian zakat itu. Walikota Pasuruan (mungkin) juga tidak mau disalahkan karena menganggap Haji Syaikhon tidak mau berkoordinasi dengan pemerintah Pasuruan. Para politisi juga (mungkin) tidak mau disalahkan jikalau akan membagi langsung "zakat" nya kepada para dhuafa', karena memang ingin "akrab" dengan konstituen. Apalagi Pemerintah Pusat, Pasti tidak mau disalahkan juga. Pasti semuanya tidak ada yang mau disalahkan bila terjadi tragedi di Mushollah "Roudlotul Jannah" Kelurahan Purutrejo, kecamatan Purworejo, Pasuruan. 

Mengapa para Muzakki belum sepenuhnya percaya kepada Badan Amil Zakat ? (Mungkin) para Muzakki (wajib bayar zakat) "khawatir" zakatnya tidak sampai kepada Mustahiq (yang berhak menerima zakat). (Mungkin) Para Muzakki pernah "bershadaqah" , "ber-infaq" kepada lembaga penerima sumbangan , namun malah ketika dana sudah terkumpul, lembaga tadi ketika membagikan sumbangan para donatur malah memakai "Jaket" atau "Kaos" Partai Politik Islam, Partai Politik Nasional atau Partai Politik apalah namanya....(mungkin) "kapok" ...maka yang paling afdhal menurut para Muzakki adalah dibagikan Langsung Tunai kepada Mustahiq....

Ya Allah, gantilah penderitaan mereka di dunia ini dengan memberikan kenikmatan dan kemewahan Roudlotul Jannah-Mu, Taman-taman SyurgaMU...Allahumanghfirlahum warhmahum a'fihim wa'fuanhum wa adkhilhum ilal Jannatun Na'im ..(gus arifin)

 
---------------------------------------------------------

 
Taushiah Akhir Pekan
Senin, 15 September 2008

Dalam kegiatan menjelang pertengahan Ramadhan, aktifitas di Sekretariat Jatiqo bertambah semarak, ada Pesantren Ramadhan yang telah selesai sabtu 13/9/08 kemarin, training membaca Kitab Gundul hingga kajian tafsir dan hadits. Sejalan dengan kegiatan di Kantor Jatiqo, ketua Jam'iyah Tilawatil Qur'an  juga berkesempatan memberi taushiah di beberapa tempat di antaranya di Acara "Buka Bareng Rekan Alumni Teknik Kimia ITS Surabaya" yang mengambil tempat di RM Handayani Prima Kramat Jakarta Pusat pada Jum'at 12/9/08. Dalam taushianya di hadapan rekan-rekan senior dan yunior nya Gus Arifin, beliau menyampaikan beberapa hal yang harus kita tingkatkan dalam bulan Ramadhan ini. " Ini bulannya Al Qur'an - Syahrul Qur'an, mari kita belajar dan membaca Al Qur'an, jangan diabaikan Al Qur'an itu, karena di hari kiamat kelak dia (al qur'an) datang sebagai pembela kita." kata Gus Arifin.Ceramah yang berdurasi 40 menit itu, diselingi "guyonon" Gus Arifin yang memang dulunya waktu kuliah di ITS jurusan Teknik Kimia adalah pemain Ludruk Kampus Tjap Toegoe Pahlawan (kesenian asli Surabaya-Jawa Timur). Hadir dalam Acara tersebut, para pejabat BUMN, swasta dan pengusaha dari berbagai Angkatan alumni Jurusan Teknik Kimia tersebut, seperti Ibu Hj Rukmi (Direktur Pengolahan Pertamina),Ir Gunawan (Komisaris Utama di BUMN Engineering) Pejabat pejabat PGN, seperti Ir Hengky Karmanu, Ir Supriyanti dan Ir Daniel, dan tidak ketinggalan Ketua Almuni TK ITS , Ir Ganis (Global Mandira) dan Sekjen nya ( Ir Irvan Nugroho, Pejabat di Garuda Indonesia).

Pada Hari, Sabtu dan Ahad nya, Ketua Jatiqo memeberikan Taushiah nya di AAI, Ar Rafiq Cendana Loka Graha Raya Bintaro Jaya, dan kali ini menyoroti pentingnya memahami perintah Agama sebagai hal yang memang mesti dijalankan dengan hati yang lapang karena di tempat yang lain pun berlaku seperti itu. " Mengapa para pramugari memperagakan cara penyelamatan dalam keadaan darurat, dan bagi yang hari itu naik pesawat 2 kali,ya akan mendapat penjelasan yang sama dari pramugari maskapai penerbangan.? tanya Gus Arifin kepada Jamaah untuk memberi ilustrasi mengapa kita juga harus mematuhi syarat rukunnya dalam suatu ibadah. " Kalau maskapai penerbangan itu tidak mematuhi syarat-syarat dalam penerbangan, pasti maskapai tersebut bisa dicoret dari anggota maspkapai penerbangan sipil! dan kalau kita tidak patuh dengan syarat -syarat dalam beribadah tidak menutup kemungkinan kita juga bisa dicoret dari keanggotaan sebagai warga bumi!!!" jelas Gus Arifin. (it -dept)

 
Pesantren Ramadhan di AAI
Kamis, 11 September 2008
(Serpong Tangerang) aai-news:

Alhamdulillah, Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh agus Arifin institute dan TPQ Al fath –Fedora Graha Raya Bintaro Jaya telah dimulai dan akan berakhir pada hari sabtu 13 september 2008. Dalam sambutannya Direktur Agus Arifin Institute, Ibu Hj Sundus Wahidah menekankan pentingnya belajar Al Qur’an secara benar sejak dini. “ Anak-anak harus dilatih mengucapkan huruf-huruf Al Qur’an sesuai standar ! kata beliau.
“jangan meniru lafadz huruf yang ada di TV yang jelas-jelas salah, seperti adhim dibaca azim, dan banyak diucapkan para artis, bahkan ada juga ustadz/ustadzah yang masih belum pas mengucapkan huruf-huruf Al Qur’an. “ sambung Ibu Sundus.  (it-dept)